
GANTAR – Presisi adalah harga mati dalam dunia konstruksi. Hal ini tercermin dalam sesi umpan balik intensif yang dilakukan oleh Muhammad Iqbal, siswa kelas XII DPIB 2, di Ruang RPS DPIB 1 SMKN 1 Gantar pada Rabu (25/02). Fokus bimbingan kali ini adalah pendalaman materi mengenai penentuan level permukaan lantai pada gambar potongan bangunan.
Sesi tanya jawab ini menjadi bagian penting dari pembekalan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk memastikan rancangan gambar kerja siswa memenuhi standar teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mengurai Detail Gambar Potongan
Di bawah bimbingan Bapak Muhamad Fawaid, S.Pd., Muhammad Iqbal berkonsultasi mengenai cara merepresentasikan elevasi atau perbedaan tinggi rendahnya lantai (seperti area ruang tamu, kamar mandi, hingga teras) dalam gambar potongan bangunan. Detail ini sangat vital karena berkaitan langsung dengan fungsionalitas bangunan dan sistem drainase saat implementasi pembangunan fisik nantinya.
Bapak Fawaid memberikan masukan mendalam terkait notasi elevasi dan bagaimana sinkronisasi antara gambar denah dengan gambar potongan agar tidak terjadi kesalahan interpretasi data. “Iqbal sedang belajar bahwa gambar potongan bukan sekadar coretan, tapi panduan bagi tukang di lapangan. Penentuan level lantai harus logis dan terbaca dengan jelas,” ujar beliau.
Membangun Integritas Gambar Kerja
Muhammad Iqbal tampak teliti melakukan revisi pada layar monitornya setelah mendapatkan penjelasan dari sang guru. Sesi umpan balik ini membantunya memahami bahwa ketelitian dalam mencantumkan angka elevasi (misal: $\pm 0.00$ atau $-0.05$) akan menentukan profesionalitasnya sebagai calon drafter arsitektur yang handal.
“Tadi sempat bingung menentukan selisih level antara ruang dalam dan area basah di gambar potongan. Setelah tanya jawab dengan Pak Fawaid, logika gambarnya jadi lebih masuk akal,” kata Iqbal di sela-sela kegiatannya.

